ZDIRY-TUFWT-EBONM-EYJ00-IDBLANTER.COM
ZDIRY-TUFWT-EBONM-EYJ00
BLANTERWISDOM105

Hadits-Hadits Futuristik dan Penyikapan Terhadapnya

Kamis, 02 Maret 2023

Pada suatu kesempatan di dalam kuliah, salah satu dosen kami, Dr. K.H. Arif Chasanul Muna, M.A menyampaikan beberapa klasifikasi hadits berdasarkan topik pembahasannya. Minimal, ada 4 klasifikasinya, yaitu:
.
1. Hadits-Hadits Akidah. Hadits-hadits ini bertemakan tentang akidah-akidah yang harus diyakini ummat Islam, seperti tentang keberadaan Allah, kekuasaan Allah, sifat-sifat Allah, dan lain sebagainya
.
2. Hadits-Hadits Ibadah. Hadits-hadits ini berbicara tentang ibadah dan tatacaranya, seperti sholat, zakat, puasa, haji, dan lain sebagainya
.
3. Hadits-Hadits Akhlak. Rasulullah bertugas untuk mengajarkan akhlak yang mulia. Tentulah hadits-hadits seperti larangan marah, berbuat baik dengan tetangga, dan sebagainya pernah terucap dari lisan mulia beliau, atau tercontohkan dari perbuatan, maupun ketetapan-ketetapan beliau
.
4. Hadits-Hadits Futuristik. Beberapa kali, Rasulullah meramalkan tentang masa depan. Beberapa hadits fututistik adalah seperti hadits 'Ummatku akan terpecah', hadits tentang khilafah, tentang hari kiamat, dan lain sebagainya.
.
Lebih lanjut, beliau menyampaikan bahwa pemahaman yang benar adalah memegang teguh hadits-hadits akidah dan ibadah, kemudian hadits-hadits akhlak yang pula harus berusaha kita amalkan. Adapun hadits-hadits futuristik merupakan hadits-hadits yang mempunyai banyak penafsiran, multitafsir, sehingga kita harus berhati-hati dalam menyikapinya.
.
Fenomena zaman ini sering terjadi pemutar balikan tempat. Sering, orang menganggap hadits-hadits futuristik dianggap sebagai hadits akidah yang harus mereka pegang teguh. Sebagai contoh, hadits mengenai khilafah dan terpecahnya ummat, terdapat beberapa penafsiran yang dibahas oleh para ulama. Mereka meyakini bahwa penafsiran mereka tentang hadits tersebut sudahlah final dan harus diyakini dengan sepenuh hati.
.
Dalam problem hadits perpecahan ummat menjadi 73 golongan, misalnya, sebagian kaum muslimin menganggap bahwa aliran mereka adalah firqah an-najiyyah atau golongan yang selamat. Padahal, terdapat sedikitnya 4 sikap dan penafsiran terhadap hadits tersebut.
.
Contoh lain, hadits tentang ghuraba, atau orang yang terasing dalam mengamalkan sunnah Rasulullah. Sebagian mereka menganggap bahwa masa ini adalah masa yang dimaksud Rasulullah dan menganggap bahwa diri mereka adalah orang asing yang memperjuangkan sunnah di tengah dunia yang penuh bid'ah. Mereka meyakini itu seperti akidah, ataupun keyakinan yang harus mereka yakini kuat-kuat.
.
Padahal, hadits-hadits futuristik haruslah diletakkan pada tempatnya. Perbedaan penafsiran pada hadits futuristik hendaknya janganlah dipegang sepenuhnya, sama seperti kita memegang teguh hadits tentang akidah. Contohnya, kekhilafahan Abbasiyyah pernah menganggap bahwa merekalah pembawa bendera hitam dari timur dan menyebarkan propaganda menggunakan hadits Imam Mahdi untuk kepentingan mereka.
.
Lalu, apakah kita akan sama-sama termakan issue dengan istilah Dajjal, kaum Turk yang dianggap orang Cina, dan Ghuraba yang dilegitimasi oleh sebagian kelompok, tanpa mencoba melihat penafsiran dari berbagai sudut pandang, dan menjadikannya hadits-hadits akidah?
.
Wallaahu A'lam
.
Muhammad Ibnu Salamah
Pekalongan, 28 Juni 2018
Share This :

0 Comments